🦞 Puisi Kehidupan Di Pondok Pesantren

Karenaitu, meskipun mungkin banyak yang masih mengira bahwa santri di pondok pesantren hanya belajar mengenai ilmu agama, namun pada kenyataannya banyak keterkaitan sastra yang terjadi dalam kehidupan pondok. Bahkan, sejumlah jenis atau genre karya sastra cukup popular di kalangan santri, di antaranya adalah puisi, pantun, novel, dan drama. BukuKumpulan Puisi Kepingan Kehidupan 1 ini dikerasikan oleh KPS Komunitas Pena Santri, contoh puisi lainya bisa dilihat di Mulaidari bangun tidur sampai tidur seperti sholat berjama'ah, piket/bersih-bersih Pondok, berangkat sekolah, belajar malam, latihan ekstrakurikuler, muhadloroh, pramuka, latihan silat/tapak suci, dan lain-lain. Kegiatan Belajar di Pesantren. Kegiatan belajar santri dimulai dari jam atau menyesuaikan waktu sholat, jadwal NHyYNRs. Puisi santri paling sedih, Foto oleh Pok Rie dari PexelsKehidupan santri ketika menuntut ilmu di pesantren tak jarang akan melahirkan banyak pengalaman spiritual. Banyak juga kisah yang mereka tuangkan dalam sebuah untaian puisi santri paling sedih ataupun menyentuh nyantri, banyak sekali tema puisi yang bisa dibuat oleh para santri. Misalnya puisi santri menuntut ilmu, santri rindu orang tua, puisi untuk ustadz dan sebagainya. Jika kamu ingin tahu lebih jauh bagaimana puisi yang dibuat oleh para santri, simak terus tulisan kali ini Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang HidayahBerikut adalah 3 contoh puisi santri tentang hidayah dan agama Islam yang kami ambilkan dari buku Taman-taman Hidayah karya Khansa adalah bunga yang layu ditinggal hujannyaTerus merapuh semangat pun luruhLalu Engkau menyiramiku dengan rintikan hidayahHingga bunga itu pun tumbuh lagi dengan indahAku adalah langit malam yang ditinggal purnamanyaTerus tenggelam dalam kelamLalu Engkau menyinariku dengan cahaya sunahHingga langit itu pun berhias cerahAku adalah musafir yang tersesat di tengah gersangnya saharaPenuh dahaga menanti hujan turun segeraMemberikan mata air cintaHingga jiwa ini kembali menapaki jalan pulangnyaAku bagai dedaunan yang terbang tertiup anginPergi tanpa arah, tak tahu lagi ke mana harus melangkahKadang tertawan lelah, lalu goyah dan mulai patahNamun Rabbku tak pernah lelah untuk memberikuAku bagai ilalang yang hilang tertiup angin, perlahanLalu Rabbku menemukanku, memberiku rintik hujanMembuatku kembali tumbuh dan menghijauRintik hujan itu bernama hidayahAku laksana rembulan yang kehilangan purnamanya,Lalu Rabbbku menyelamatkanku dengan cahaya terangHingga rembulan itu kini kembali cemerlangCahaya itu bernama hidayah Al Qur’an dan sunahHidayah itu, laksana hujan di tengah kemarau yangMenghidupkan hati-hati yang hampir mati kekeringanLaksana deburan ombak di lautanMeluluhkan hati-hati yang keras bagai karangAkulah dedaunan kering yang terbang tertiup anginLalu jatuh perlahan dalam taman-taman yang indahTaman yang penuh kesejukanTaman yang tanpa kegersanganAku menyebutnya taman-taman hidayahDoaku menyentuh pintu langitMungkinkah ada yang haramHingga doaku seolah karam dan tenggelamMungkinkah ada dosa yang tak biasaAtau penghalang yang membentangApakah rabbku menyimpannyaSebagai tabunganku di surgaApakah rabbku mengabulkannyaDi suatu masa yang luar biasaAdakah Rabbku ingin selalu mendengarRengek pintaku dalam lautan istighfarAdakah Rabbku ingin melihatku bersabarBersabar dalam doa dan ikhtiarNamun seolah kembali lagi padakuAtaukah yang tak terkabulDemikian tadi tiga contoh puisi santri sedih tentang mendapatakan hidayah ataupun puisi santri ngaji sunah dan hijrah. Semoga bisa menginspirasimu ya.NOV Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantren sebagai suatu lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Keadaan semacam ini masih pada pesantren-pesantren di Pulau Jawa dan Pulau Madura atau di Daerah-daerah lainnya dapat kita ketahui yang bercorak tradisional. Namun pesantren yang modern tidak hanya mengajarkan agama saja, tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu umum. Terus bagaimana sih kehidupan dan kegiatan di pondok pesantren Modern tersebut?, mari kita banyak para remaja yang menginginkan untuk melanjutkan pendidikan nya dipondok pesantren apalagi Orangtua sangat mendukung. Dan ada juga sebagian yang tidak menginginkan untuk melanjutkan ke pesantren, karena mereka sering menilai jika kita sekolah atau tinggal dipesantren sangatlah tidak menyenangkan, ada yang bilang kalau didalam pondok tersebut kita jauh dari orang tua, makanan yang disediakan didalam sana kebanyakan kita sering mengosumsi ikan asin, nanti dipondok kita hanya tidur sebentar tapi bangun sangatlah cepat, ada juga yang bilang dipesantren sangat lah menyeramkan karena banyak sekali hantu atau penghuni. Baca juga Menjemput Keberkahan Musafir Mahabbah Kaum Sarungan Kota Santri Tapi, kalau kita belum tinggal disana pasti menganggap hal nya seperti itu, berbeda dengan orang yang sangat suka merantau atau jauh dari orang tua pasti mereka menganggap hal tersebut sebagai tantangan atau suatu kemuliaan untuk menjadi santri yang berakhlak mulia, penghafal Al Qur’an dan bisa membawa orang tua mereka ke surga kelak. Sebenarnya kita semua pasti dapat merasakan betapa indahnya atau bahagianya bisa menjadi santri penghafal Al Qur’an dan berakhlak mulia. Para santri pasti akan merasa nyaman tinggal dipondok pesantren modern karena disanalah kita mendapat Ilmu Dunia dan Akhirat. Tetapi kita mendapatkan Ilmu Dunia hanya sedikit saja dan ilmu Akhirat lah yang lebih banyak kita pelajari berbeda dengan sekolah diluar, misalnya disekolah Negeri yang mempelajari Ilmu agama hanya beberapa saja disetiap pelajarannya karena disekolah tersebut ada juga orang yang non dipondok pesantren ini terdiri dari santri putra dan santri putri. Santri-santri yang belajar dipondok pesantren berasal diberbagai daerah diseluruh Indonesia bahkan ada pesantren yang berasal dari luar Indonesia, dan inilah santri-santri yang berjuang giat untuk mencari ilmu kepondok pesantren. Tidak heran kalau dipondok pesantren banyak sekali anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan nya beribuan lebih para anak remaja yang ingin mendaftarkan diri mereka di pesantren untuk melanjutkan pendidikan nya. Dan sekarang anak remaja yang ada dipesantren diperkirakan ada sekitar seribuan lebih para santri yang ada dipondok pesantren tersebut jika kita gabungkan dengan santriwan dan santriwati putra dan putri. Jika kita melihat suasana kegiatan atau kehidupan didalam pondok pesantren tersebut, suasana didalam sana sangat lah berbeda dengan suasana diluar dimana santriwan dan santriwati putra dan putri dipisahkan tempat tinggalnya, nama tempat tinggal mereka atau sering mereka sebut yaitu dipondok pesantren modern ini jika diwaktu subuh di mulai dari Pukul 0330 para santri mulai bangun tidur dan langsung di bimbing oleh para pengurus untuk mengambil wudhu dan setelah itu mereka langsung mengerjakan shalat sunnah tahajud sebelum datang waktu shalat shubuh. Setelah mereka melaksanakan shalat shubuh merekapun berkumpul perkelompok untuk di bimbing belajar membaca Al Qur’an bersama pembimbing kelompok masing-masing dan tahfidz menghafal Al Qur’an wajib disetiap para santri untuk menghafal dan menyetor ke ustadz/ustazah mereka. Baca juga Jangan tanyakan 3 Hal Ini Kepada Santri BaruDi lanjut Pukul 0650 merekapun masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar bersama para ustadz/ustazah nya. Pukul 1400 para santri akhirnya selesai kegiatan disekolah, dan dilanjutkan dengan makan siang dan setelah itu mereka istirahat di siang hari. Bangun dari tidur siang mereka, anak-anak langsung berwudhu untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah dan diteruskan membaca Al Quran bersama yang dilaksanakan langsung dimushalla seusai shalat ashar berjamaah. Dilanjut lagi seusai sholat ashar para santri untuk belajar kitab atau belajar tentang Ilmu agama, ini dinamakan Dayah. Selain hanya belajar ilmu agama kegiatan para santri disore harinya selain dayah mereka juga melakukan kegiatan berolahraga, tempat olahraga mereka sudah tersedia di pondok pesantren tersebut. Ada lapangan basket, lapangan voli, lapangan bulu tangkis dan lapangan bola khusus para santriwan laki-laki. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya Ilustrasi Santri hidup menjadi seorang santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi saya yang pernah tinggal di Pondok Pesantren, pengalaman yang mungkin gak bisa dilupakan semasa hidup saya. Hiruk pikuk perjalanan menjadi seorang santri tentu memberikan warna yang berbeda, karena banyak sekali cerita yang ga bisa saya dapatkan ketika hidup di luar lulus dari Sekolah Dasar saya memang ingin sekali mondok biar pinter ilmu agama katanya hehe, walaupun banyak sebagian orang yang menganggap pondok itu seperti penjara yang mengekang kebebasan dan banyak sekali peraturannya. Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci hehehe..Alhamdulillah nya orang tua pun mengabulkan keinginan saya untuk mondok setelah lulus dari Sekolah Dasar. Akhirnya saya dan orang tua saya melakukan survei dari beberapa referensi Pondok Pesantren, mulai yang terdekat sampai yang jauh, dari mulai pondok salafy hingga survei ke beberapa tempat saya mendapatkan tempat Pondok Pesantren modern yang saya pikir sepertinya saya cocok di tempat ini dan saya akan nyaman berada di tempat ini, tempatnya tidak jauh dari rumah kok, jaraknya hanya berkisar 1 jam dari harinya tiba saya berangkat ke Pesantren diantar oleh keluarga besar. Hari pertama ke dua hingga bertahun-tahun hidup di pesantren, saya sangat merasa nyaman dan betah karena mondok adalah kemauan saya sendiri tapi sebenernya walaupun tekad saya untuk mondok sangat tinggi tetap saja ada sedikit hawa pengin pulang ke rumah berada di pesantren selama 6 tahun, mulai dari SMP hingga SMA. banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya dapat selama di pesantren, bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti. Hidup di pesantren mengajarkan saya bagaimana hidup mandiri, jauh dari orang tua, adik, saudara, bahkan kerabat yang selalu di pondok pesantren saya tidak merasakan kasih sayang secara langsung dari orang tua, namun istimewanya di pondok pesantren kita begitu merasakan kasih sayang dan kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga di pondok sangat padat, mulai dari jam 3 pagi bangun untuk salat malam, dilanjut ke masjid untuk salat berjemaah subuh, setalah itu bersiap-siap untuk ke sekolah, kebetulan pondok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern jadinya ada sekolahnya, sepulang sekolah saya rapi-rapi untuk persiapan mengaji sore. Ya sebenernya hidup di pondok itu enak, cuma belajar, sekolah, ngaji, makan, tidur hehe tapi banyak banget orang yang gak betah tinggal di pesantren termasuk saya yang punya tekad kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri sangat kuat. Saya ingat, jika waktu dijenguk tiba ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri tersebut membawakan nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan itulah kebersamaan santri sangat terlihat, sebelum makan kami menyatukan bungkusan nasi itu menjadi satu sehingga bisa makan sama-sama, sampai berebut karena saking ramainya, tapi itu sudah menjadi hal biasa sehingga menjadikan sebuah kebersamaan semakin terus berjalan hingga akhirnya saya lulus dari pondok pesantren. Suka dan duka, pahit manis sudah saya rasakan selama mondok 6 tahun. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya sedikit tahu ilmu agama. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya diajarkan untuk hidup bangga hidup di pesantren karena saya bisa merasakan nikmatnya kebersamaan yang tidak bisa saya dapatkan ketika hidup di luar. Saya bangga hidup di pesantren karena saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Dan saya bangga hidup di pesantren karena dari pesantren saya tahu bahwasanya ilmu dunia serta akhirat harus seimbang agar tak salah melangkah.

puisi kehidupan di pondok pesantren